Kajian Tarawih

Bagikan


Oleh : Al Ustadz Mohammad Ridwan, S.Pd.I
Tema : Bekal Meraih Berkah Ramdhan

Alhamdulillah tsuma alhamdulillah
Pada kesempatan yang penuh syukur ini kita semua dapat menjalankan ibadah puasa di hari pertama Ramadhan dengan penuh kenikmatan dan kesyukuran. Tidak lain dan tidak bukan ini adalah suatu anugrah yang paling indah untuk selalu di syukuri, karena kita semua dapat kembali bertemu dengan bulan yang penuh rahmat dan penuh ampunan.

Dalam menjalankan ibadah puasa seorang mukmin mendapatkan 2 kebahagian yang sangat luar biasa yakni ketika kita berbuka puasa dan ketika kita beribadah sholat taraweh, tadarus, tahajud, hajad dan dhuha kita layak nya bertemu dengan Sang Maha Kuasa. Tidak ada yang dapat mebandingakan kebahagian seoarang berpuasa dengan orang orang yang tidak berpuasa. Seperti yang tertulis dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 183

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa

Ayat ini adalah ayat yg menjelaskan tentang wajib nya berpuasa Ramadhan.
Apa arti dari puasa dalam bahasa ?
Yaitu adalah menahan diri dan meninggalkan dari godaan- godaan dalam beribadah.
Sedangkan secara syariat nya puasa adalah menahan diri dari sesuatu hal mulai dari fajar hingga terbenam nya matahari dengan niat dan kesadaraan diri dengan menjalankan ketentuan ketentuan dalam berpuasa.

Orang berpuasa itu berat!
bagi orang orang yang menjalankan nya tanpa keikhlasan dan keridhoan pada diri masing masing. Oleh karena itu marilah kita beribadah di bulan suci Ramadhan ini dengan penuh totalitas, keikhlasan, dan keeidhoan pada diri kita masing masing.

Ibadah puasa ini sudah dijalankan oleh orang orang terdahulu mulai dari nabi Adam sampai nabi Muhammad SWT. Orang pertama yang di syariatkan untuk berpuasa iyalah nabi Adam, yang sering kita kenal adalah puasanya nabi Daud yang mana puasanya sehari kita puasa sehari kita tidak puasa.
Adapun puasa pada zaman nabi Musa yakni menjalankan puasa selama 30 hari berturut turut kemudian ditambahkan dengan 10 hari. Dll

Banyak sekali amalan amalan yang dapat dilakukan oleh seorang mukmin yakni melakukan Sahur, Sholat Taraweh, Tadarus Al Qur’an, Sholat Hajad, Dhuha dll yang mana pahala tersebut dilipat gandakan. Itulah yang menjadi pembeda istimewanya bulan Ramdham dengan bulan bulan lainnya.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Yuk tingkatkan lagi ibadah kita di bulan suci Ramadhan ini dengan selalu update kultum ba’da sholat taraweh di PP Putri Al- Mawaddah