Senin, 30 Maret 2026 menjadi penanda berakhirnya liburan perpulangan Ramadhan santriwati Al-Mawaddah. Kini gerbang depan Pesantren Putri Al-Mawaddah terlihat ramai oleh kedatangan santriwati yang kembali dengan membawa segudang cerita dan semangat baru untuk menuntut ilmu, setelah sebelumnya Pesantren Putri Al-Mawaddah hanya ditempati oleh santriwati kelas 5 yang bermukim atau tidak pulang dan menetap di pesantren. Selama kurang lebih 30 hari santriwati kelas 1-4, dan 6 MBI berlibur dan merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga di rumah.
Saat ini adalah waktu dimana mereka harus kembali belajar, berjuang, dan tentunya kembali ke pesantren tercinta ini. Itulah yang membuat suasana di Pesantren Putri Al-Mawaddah terasa hangat, santriwati yang datang bersama konsulat terlihat begitu bahagia saat turun dari bis, bertemu dengan teman yang sudah lama tidak dijumpai. Niat baru untuk menyambut hal yang baru. Adapun kedatangan santriwati diwajibkan untuk berangkat bersama konsulat, kecuali konsulat Ponorogo. Setibanya di lingkungan pesantren santriwati tidak langsung memasuki asrama, mereka terlebih dahulu diwajibkan mengikuti proses pemeriksaan menyeluruh terhadap dokumen dan barang bawaan mereka. Dokumen yang diperiksa meliputi surat jalan, buku kultum, serta rapor keaktifan. Seluruh berkas tersebut harus dipastikan lengkap dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pihak pesantren. Selain itu, barang bawaan santriwati juga tidak luput dari pemeriksaan guna memastikan tidak ada barang yang melanggar aturan pesantren.
Lebih dari sekadar pemeriksaan, kegiatan ini juga menjadi sarana penanaman nilai kedisiplinan dan tanggung jawab kepada para santriwati. Mereka diajarkan untuk tertib dalam administrasi serta patuh terhadap aturan yang telah ditetapkan bersama. Kembalinya para santriwati dengan semangat baru diharapkan dapat mendukung proses pendidikan yang optimal, sekaligus mempertahankan tradisi kedisiplinan sebagai ciri khas pondok.
Red. Evon






