“Puasa sebagai Perisai Diri”
Allah memberi perisai atau penjaga diri bagi orang-orang yang melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Puasa menjaga diri kita dari panasnya api neraka dan sebagai benteng diri dari kemaksiatan, puasa akan senantiasa menjadi tameng diri dan perisai jiwa dari kemaksiatan selagi tidak dirusak oleh kebohongan dan ghibah.
Adapun hikmah yang terdapat di dalam ibadah puasa yaitu:
- Sebagai pengendali diri dari hawa nafsu, seperti nafsu dalam melakukan maksiat.
- Perisai dari dosa atau sebagai pelebur dosa.
- Benteng dari api neraka, seperti tameng ketika perang. Sebagaimana disebutkan dalam Hadist:
الصِّيَامُ جُنَّةٌ مِنَ النَّارِ، كَجُنَّةِ أَحَدِكُمْ مِنَ الْقِتَالِ
Artinya: Puasa adalah perisai dari api neraka, sebagaimana perisai dalam peperangan (HR Ahmad dan An-Nasa’i). - Tameng dari kelalaian dan melatih sikap disiplin.
- Benteng dari penyakit.
Di bulan Ramadhan Allah melipat gandakan pahala, rahmat, nikmat, pengampunan dan segala sesuatu yang kita kerjakan. Maka hendaklah kita bersama-sama mengerjakan amal sholih dan berlomba-lomba dalam kebaikan di bulan suci Ramadhan ini.
Red. Nazza
