“Al-Qur’an Sebagai Petunjuk Hidup”
Allah Swt. berfirman pada surah Al-Baqarah ayat 2:
ذلِكَ الكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيْهِ هُدًى لِلْمُتَّقِيْن
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa”. Al-Qur’an diturunkan sebagai furqon atau pembeda antara hak dan bathil serta petunjuk bagi manusia. Petunjuk bagi manusia ada 4, yaitu:
- Hidayah Fitrah, yaitu petunjuk dasar yang Allah Swt. tanamkan sejak manusia lahir
- Hidayah ‘Aql, Allah Swt. memberi akal kepada manusia untuk membedakan benar dan salah, baik dan buruk
- Hidayah Irsyad wa Bayan, adalah petunjuk yang Allah turunkan melalui para nabi dan kitab-kitab-Nya
- Hidayah Taufiq, petunjuk berupa kemampuan dan kemantapan hati untuk menerima dan mengamalkan kebenaran.
Salah satu penghalang terbesar dalam menerima petunjuk adalah hawa nafsu, setiap manusia pastinya mempunyai hawa nafsu. Hawa nafsu adalah dorongan dalam diri manusia, di sinilah pentingnya Al-Qur’an, kita diajarkan untuk mengendalikan hawa nafsu. Al-Qur’an datang untuk mengarahkan nafsu agar tunduk kepada iman.
Bulan Ramadhan tidak hanya dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an, tetapi juga dikenal sebagai bulan latihan pengendalian nafsu. Dengan berpuasa kita melatih hawa nafsu diri kita untuk tunduk pada aturan Allah Swt., di bulan yang istimewa ini hendaklah kita tingkatkan interaksi kita dengan Al-Qur’an, bukan hanya memperbanyak tilawah tetapi juga memahami maknanya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Red. Evon
