Evy Nurul Laily Zen, S.S., M.A., Ph.D., yang lahir di Blitar pada 14 Mei 1984 adalah alumnus Pesantren Putri Al-Mawaddah marhalah As-Sahila tahun 2002. Beliau menuntaskan Pendidikan S-1 Bahasa dan Sastra Inggris di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang; S-2 Ilmu Linguistik di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta; dan S-3 English Language and Linguistics di National University of Singapore (NUS).
Ukhti Evy saat ini memiliki segudang kesibukan, antara lain sebagai Dosen Program Studi S-1 Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang sejak 2010, serta menjabat sebagai Wakil Dekan I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang periode 2023–2027.
Di balik kesuksesan beliau saat ini, Ukhti Evy berkisah tentang pengalaman dan pelajaran sangat berharga dan tidak terlupakan selama mondok di Pesantren Putri Al-Mawaddah, di antaranya: belajar mandiri—hidup di pondok melatih keberanian berpikir, bertindak, dan menemukan solusi tanpa bergantung pada orang lain; pembentukan jiwa kepemimpinan sejak dini—melalui amanah kecil hingga tanggung jawab besar, pondok melatih santri untuk memimpin, melayani, dan bertanggung jawab, termasuk pengalaman beliau saat menjadi Ketua I Oswah; penanaman nilai integritas sejak awal—kejujuran, kedisiplinan, dan konsistensi dipraktikkan secara nyata, tercermin dalam sistem ujian tulis dan lisan dengan penilaian murni yang membentuk integritas sejak dini; dan menemukan teman rasa saudara—kebersamaan dalam suka dan duka menumbuhkan ikatan persaudaraan yang tulus dan terus terjaga hingga kini.
Bukan hanya kehidupan pesantren, sepak terjang beliau menjadi dosen selama kurang lebih 15 tahun juga memberikan refleksi bahwa: mengajar mahasiswa bukan hanya soal menyampaikan materi, tetapi tentang mendampingi generasi muda untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang; melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi (Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat) menjadi bagian dari perjalanan belajar yang kaya dan bermakna; dan menjadi surveyor calon mahasiswa penerima KIP-K membuka kesadaran bahwa pendidikan adalah harapan dan jalan perubahan hidup bagi mereka yang berjuang dalam keterbatasan.
Ukhti Evy juga berpesan untuk seluruh santriwati bahwa kalimat innallāha ma‘anā itu bukan sekadar kata, melainkan janji Allah yang nyata, senyata ribuan hari yang sudah kita lewati. Yakinlah, Allah selalu bersama kita—menuntun hati, menguatkan ikhtiar, dan membuka jalan yang terbaik. Bersungguh-sungguhlah dalam belajar, berdoa, dan berakhlak mulia. Dengan izin-Nya, setiap langkah santriwati akan diarahkan menuju masa depan yang baik, penuh manfaat, dan keberkahan.




