Al-Mawaddah (26/8) Pangung Gembira merupakan malam puncak dari serangkaian kegiatan Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy di Pesantren Putri Al-Mawaddah. Setelah malam-malam panjang sebelumnya telah dilalui, kini saatnya Santriwati Kelas VI akhir MBI, mempersembahkan mahakarya pagelaran apresisiasi seni yang tergabung dalam The Luxurious of Art Exibition Pangung Gembira 6’31. Pagelaran mahakarya Santriwati kelas VI akhir MBI yang berlangsung di malam yang penuh dengan suka cita, dihadiri oleh Pendiri Pesantren Putri Al-Mawaddah KH. Hasan Abdullah Sahal, Direktur MBI, Ibu-ibu pengasuh, asaatidz dan ustaadzat, serta seluruh santriwati Pesantren Putri Al-Mawaddah.
Direktur MBI Ustadz Ustuchori, MA pada sambutan pembukaan Panggung Gembira menyampaikan bahwa Pangung Gembira merupakan penutup acara Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy yang artinya setelah panggung gembira ini usai tugas Santriwati Al-Mawaddah yaitu belajar, belajar dan belajar. Kemudian dilanjutkan dengan peresmian nama marhalah yaitu Mujaahidah oleh KH. Hasan Abdullah yang ditandai dengan pemukulan gong, pemotongan tumpeng dan berdoa.

Kolaborasi serangkaian pertunjukkan tarian adat, nasyid, wayang, sholawat, tari kipas, band, The Light of Farasya, Drama The End of The Darkness, puisi, bubble gum shoot, silat, ethnic orchestra, drama musical, banjari dan tari kreasi menjadikan malam panggung gembira 6’31 dengan motto generasi inspirasi dunia berjiwa Islami berhati Nur’ani serta berbekal nilai-nilai yang hakiki guna menggapai ridho ilahi, berhasil memikat penonton dengan serangkaian pertunjukkan yang memukau.

Pertunjukan yang digelar dengan menjunjung tinggi kewibawaan pesantren dan keanggunan santriwatinya bukan hanya sekedar tontonan, namun juga menjadi tuntunan bagi para penontonnya. Seperti halnya pertunjukkan wayang yang berjudul Semar Mbangun Jiwa yang dengan tokoh utama seorang Batara Guru dan Semar mengajarkan bahwa pemimpin sebaiknya dapat mengayomi rakyat, jujur, tegas, bijaksana, dan adil dalam mengambil keputusan serta tidak menuduh seseorang tanpa ada bukti yang jelas. Sedangkan dari Drama yang berjudul The End of The Darkness, amanat yang dapat diambil yaitu
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ ۗ
Sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an surat A-Ra’d ayat 11 yang artinya sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Pada penutup acara Pengasuh Pesantren putri Al-Mawaddah Ustadzah Umi Sa’ida, S.HI menyampaikan evaluasi Panggung Gembira 6’31. Terdapat beberapa hal yang disampaikan oleh Pengasuh Pesantren Putri Al-Mawaddah yaitu pertunjukkan Panggung Gembira kali ini menunjukkan kelasnya sebagai Santriwati kelas VI akhir MBI. Secara keseluruhan pertunjukan panggung gembira 6’31 dinyatakan sukses, meskipun terdapat beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan bagi pengenyelenggara panggung gembira di tahun yang akan datang.red
Adapun penampilan Pada USMADA SHOW 2020 diawali dengan pra acara sebuah lantunan lagu oleh ustadzah Habibah Muthoharoh, dilanjutkan dengan lantunan lagu oleh adik Azema putri dari salah satu ustadz Fadly Racman dan usatadzah Fitriani Ilyas, lalu disusul dengan penampilan Grup Band Ustadzaat pengabdian Al-Mawaddah. Acara inti diawali dengan Pembukaan oleh Pembawa Acara, Lantunan Ayat Suci Al-Qur’an oleh salah satu Pengasuh Pesantren Putri Al-Mawaddah ustadzah Siti Inganah Islani, Aubade oleh ustadzaat pengabdian, lalu Direktur MBI KH. Ustuchori, MA membuka Acara secara resmi dengan bacaan Umul Kitab. Setelah itu acara demi acara ditampilkan dengan dipandu oleh Pembawa acara, adapun penampilan yang ditampilan antara lain; Alma Voice, Tari Modern, Dandut Music, Dazzling Song, Adam Voice, Sholawat Al-Banjari, Drama Musical, Silat dan ditutup dengan kolaborasi musik dangdut oleh asatidz dan ustadzah dengan diiringi pemain gendang Adik Aul Putra dari Ustadz Habib dan Ustadzah Ani.



